UMKM OAP KAIMANA DISIAPKAN MASUK SISTEM PENGADAAN PEMERINTAH MELALUI APLIKASI “SIKAP OAP”

Disperindagkop Kaimana, (10/12/2025) – Pemerintah Kabupaten Kaimana secara resmi memulai upaya serius untuk mengintegrasikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) ke dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Fokus utama kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) kali ini adalah pelatihan dan pendaftaran melalui Aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia), yang secara spesifik dijuluki sebagai program “SIKAP OAP” untuk Kaimana.

Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Graha Gereja Katolik St. Martinus, Kaimana, atas kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Bidang Koperasi dan UMKM) Kaimana bersama Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULPJ) Kaimana. Narasumber inti didatangkan langsung dari Bagian Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (SETDA) Provinsi Papua untuk memberikan materi yang komprehensif.

Kegiatan ini berupa sosialisasi, bimtek, dan pendampingan yang bertujuan memberdayakan UMKM OAP agar mampu memenuhi persyaratan dan prosedur untuk dapat menjadi penyedia barang dan jasa bagi instansi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 pelaku UMKM OAP yang sangat antusias untuk mempelajari prosedur masuk dalam sistem pengadaan, termasuk pendaftaran e-katalog lokal.

Asisten II Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kaimana, Dedy D. Ombaier, S.STP., M.Si, yang hadir memberikan sambutan, menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Asisten II Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kaimana, Dedy D. Ombaier, S.STP., M.Si

“Kegiatan dihari ini sejatinya merupakan bagian dari komitmen bersama kita dalam mendukung pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah yang cepat, efektif efisien, transparan dan akuntabel dengan memanfaatkan aplikasi teknologi yang menghubungkan kebutuhan pemerintah dengan penyedia berkualitas yang tersedia” ujarnya

“Melalui aplikasi sikap ini kami akan mencoba mereplikasikan apa yang sudah dikembangkan dari dahulu oleh biro pengadaan barang dan jasa provinsi Papua dimana penyedia yang akan dinilai kinerjanya dibatasi hanya bagi pelaku usaha orang asli Papua, dengan aplikasi ini para pelaku usaha orang asli Papua, diharapkan akan menjadi pilihan utama bagi penggunaan jasa dalam memilih penyedia untuk melaksanakan pekerjaan yang ada disetiap perangkat daerah” lanjutnya

“saya berharap sosialisasi ini dapat menjadi wadah bagi kita semua untuk memperdalam pemahaman dan ketrampilan dalam mengimplementasikan pemanfaatan aplikasi SIKAP orang asli Papua ini, melalui sosialisasi ini juga para peserta dapat memperoleh wawasan baru, ketrampilan teknis dan tentunya pengetahuan yg lebih mendalam terkait penerapan aplikasi SIKAP orang asli Papua dalam lingklungan pengadaan”. Harapnya

Plt. Dinas Perindagkop, Asisten II, dan Narasumber memukul tifa. Kegiatan resmi dibuka

Bimtek yang berlangsung sehari penuh ini mencakup berbagai materi, mulai dari mekanisme pendaftaran usaha, legalitas, prosedur tender sederhana, hingga pemanfaatan platform digital pengadaan pemerintah. Pendampingan pasca-Bimtek juga dijanjikan oleh ULPJ Kaimana untuk memastikan UMKM yang sudah dilatih dapat segera mendaftar dan berhasil masuk ke dalam daftar penyedia resmi pemerintah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − six =

Scroll to Top